TNI


Tentara Nasional Indonesia terdiri dari ketiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Masing-masing angkatan memiliki Kepala Staf Angkatan.

Dalam sejarahnya, TNI pernah digabung dengan Kepolisian. Gabungan ini disebut ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan RUU TNI oleh DPR RI yang selanjutnya ditanda tangani oleh Presiden Megawati pada tanggal 19 Oktober 2004.

TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI. Panglima TNI saat ini adalah Jenderal TNI Djoko Santoso.

Sejarah TNI

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah TNI

Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. Badan Keamanan Rakyat yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi.

BKR baik di pusat maupun di daerah berada di bawah wewenang KNIP dan KNI Daerah dan tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. BKR juga tidak berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. BKR hanya disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.

Akhirnya, melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 24 Januari 1946, dirubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia.

Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Jati diri TNI

Sesuai UU TNI pasal 2, Jati diri Tentara Nasional Indonesia adalah:

Tentara Rakyat, yaitu tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia

Tentara Pejuang, yaitu tentara yang berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya

Tentara Nasional, yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan agama

Tentara Profesional, yaitu tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi

Tugas TNI

Tentara Nasional Indonesia

Sesuai UU TNI Pasal 7 ayat (1), Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. (2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:

operasi militer untuk perang

operasi militer selain perang, yaitu untuk:

mengatasi gerakan separatis bersenjata

mengatasi pemberontakan bersenjata

mengatasi aksi terorisme

mengamankan wilayah perbatasan

mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis

melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri

mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya

memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta

membantu tugas pemerintahan di daerah

membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang

membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia

membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan

membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue)

membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan.

Kemudian ayat (3) berbunyi Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Kekuatan Bersenjata Indonesia

Jumlah prajurit:           361.823

TNI AD

Jumlah Prajurit:           276.953

Kekuatan Terpusat

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat:

Dua divisi satuan tempur

18 batalion infrantri

16 batalion lain

Komando Pasukan Khusus:

4 grup tempur dan 1 grup pendidikan

Kekuatan Kewilayahan

Komando Daerah Militer: 11

Komando Resor Militer: 39

Komando Distrik Militer: 267

Batalion: 96

Kekuatan Badan Pelaksana Pusat

Resimen Zeni Konstruksi: 1

Skuadron Penerbang TNI AD: 2

Lima batalion lain

TNI AL

Jumlah Prajurit:           57.197

Sistem Senjata Armada Terpadu

Kapal Republik Indonesia: 117

Kapal Angkatan Laut: 71

Pasukan Marinir: 1

Brigade Marinir: 1

Komando Latih Marinir: 1

Kekuatan Kewilayahan

Armada Barat

Armada Timur

Pangkalan Utama Angkatan Laut:

Kelas A: 7

Kelas B: 24

Kelas C: 19

Kelas khusus: 3

TNI AU

Jumlah Prajurit:           27.673

Skuadron Udara

Skuadron tempur: 7

Skuadron angkut: 5

Skuadron intai: 1

Skuadron helikopter: 3

Skuadron latih: 2

Pangkalan Udara

Pangkalan udara: 41

Detasemen: 8

Pos angkatan udara: 80

Pasukan Khas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: